Iri, salah satu penyakit hati yang dapat menyebabkan mental
seorang manusia terpuruk. Dari tindakan ini kalian bisa mendapati berbagai
macam masalah, mulai ringan sampai ke level yang paling berat. Perlu kalian tau
bahwasanya penyakit ini berasal dari visualisasi dari imajinasi. Apa itu
maksudnya? Maksudnya kalian terlalu mengada-ada, terlalu membayangkan yang
berlebihan sehingga penyakit itu muncul di benak kita. Seperti contohnya
melihat teman kita yang mendapat identitas baru dari organisasinya lalu kita
merasa ingin mendapatkannya juga. Ini juga salah satu terapan dari iri.
Proses belajar itu memang sulit tetapi bagaimana kalian
mencari jalan agar belajar itu tidak sulit. Belajar yang saya bahas disini
bukan belajar akademik. Belajar disini adalah belajar memahami hati dan lingkungan. Mereka punya caranya sendiri
seperti ikut organisasi atau kegiatan ukm untuk belajar seperti itu. Awalnya malas
untuk ikut seperti itu dan mungkin terlihat membosankan tetapi kita tidak boleh
hanya melihat awalnya saja. Kita harus melihat bagaimana hasil akhirnya nanti. Karena
yang kita tuju adalah hasil akhir bukan proses. Proses memang sulit tetapi
dibalik kesulitan itu ada kebahagiaan yang bagus, salah satunya mendapat
indentitas dalam suatu forum.
Perubahan harus kita mulai dari sekarang dan pasang target
untuk yang akan datang. Targetlah se-fleksibel mungkin karena jadwal belum
tentu bisa mengikuti kesibukan kita. Buat pilihan yang akan diambil nanti. Hidup
itu dimulai dari B dan diakhiri dengan D. Dimulai dari Born dan diakhiri dengan
Dead. Tetapi diantara B dan D itu ada C yaitu Chance. Pilihan yang membuat kita
harus mencari sendiri apa arti dari kehidupan. Pilihan yang harus membuat kita
tidak iri. Pilihan itulah yang akan menjadi jalan hidup kita kelak. Dalam suatu
pilihan apa positif dan negatif, dan pastinya kita akan mendapatkan semuanya
itu. Jangan takut untuk memilih karena apabila kalian tidak memilih maka akan
ada suatu keadaan yang mengharuskan kalian memilih.
Akan ada akhir yang manis untuk pembelajar sejati! Orang-orang besar tidak lahir dari label "study oriented" tapi ia tumbuh sejalan dengan kapasitas dan kapabilitas yang dilatihnya dengan menjadi aktivis. Hidup mahasiswa! Semangat pak!
BalasHapusSemangat membara!:D
BalasHapus