Rabu, 05 Desember 2012

Perjuangan Absurd

Ini cerita ga gw sengaja buat. Niatnya cuma sekedar sharing perjuangan yang (agak) lucu. Tokoh utamanya yaitu gw dan teman-teman mm. Kenapa mereka? Karena mereka luar biasa membuat inspirasi di pikiran gw. Baru sedikit mungkin tulisan yang gw publish tentang mereka. Bahkan belum ada mungkin. Tetapi kalaupun ga bisa gw torehkan ke dalam tinta digital, mereka gw ingat selalu dalam tinta saraf otak gw. Cerita yang baru-baru aja dulu ya. Awalnya gw diajak ke suatu tempat sama mbak prajjana dan gestipr. Layaknya menginterogasi penjahat, mereka menodong gw ke tampo. Ya itu tempat biasa kita kumpul-kumpul walaupun sebentar. Intinya sih mereka pengen gw balik lagi ke mereka karena udah lama banget kita ga melakukan proyek bersama. Hari demi hari kita lewati dan pada akhirnya kita membicarakan suatu proyek (cukup) besar, yaitu membuat film dokumenter lagi. Hari terus berganti. Ide bermunculan dan siap untuk digarap. Berbagai pose dan naskah sudah siap beraksi. Saatnya kita mulai membuatnya. Dengan muka sayu, berhubung mengerjakannya malam, kita terus semangat tanpa henti. Imajinasi mendapat predikat pemenang dan menjadi juara 1 terus kita bicarakan. Semangat menggebu terus hadir dalam jiwa mm. Pada akhirnya mengirimkan dvd film ke Sewon, Bantul, Jogjakarta. Saat itu hujan menyirami daerah Dramaga. Waktu menunjukkan pukul 17.00 dan tiki depan Al-Amin menjadi saksi bahwa mobil tiki menuju Jogja sudah berangkat. Stuck dan lemas kita mendengar kata itu. Pencerahan diberikan mbak-mbak tikinya. Dia bilang kalau tiki pusat yang berlokasi dekat pasar anyar masih buka sampai pukul 18.00. Galau, itulah hal yang ga mungkin kita lakukan. Secepat kita kita sambar hujan dan melewati kemmacetan daerah laladon yang menyebabkan emosi gw meluap-luap. Elak-elok mengendalikan motor membuat kecelakaan sedikit. Kaca spion retak. Emosi yang sudah panas ga bisa memendung kekesalan spion retak. Dan akhirnya kita pun tiba, mengobrak-abrik sistem yang ada. Tugas mengirim paket selesai sudah dan tinggal menunggu kabar pengumuman.

1 komentar:

  1. "Intinya sih mereka pengen gw balik lagi ke mereka" itu kesannya gue sama mita seperti selir-selir yang ditinggalkan.. -_____-

    BalasHapus